Minggu, 29 Juli 2012

Divine Kretek

Divine Kretek, Kontribusi Rokok di Dunia Kesehatan

Selama ini, stigma negatif selalu melekat pada produk rokok. Dunia kesehatan telah memvonis rokok sebagai penyebab munculnya sejumlah penyakit degeneratif, seperti jantung, paru-paru dan kelainan pada janin.Namun, stigma negatif itu mungkin akan berubah setelah ditemukannya zat dalam asap rokok yang berkhasiat menyembuhkan sejumlah penyakit.


“Rokok itu tidak selalu berbahaya bagi kesehatan. Berdasarkan perkembangan penelitian rokok terbaru, ternyata asap rokok bisa menyembuhkan berbagai penyakit,” kata Koordinator Masyarakat Bangga Produk Indonesia (MBPI), Fahmi Idris, di sela peluncuran buku Divine Kretek, Rokok Sehat, di Jakarta, Selasa (28/02).

Fahmi merujuk pada  sebuah temuan suatu zat yang bisa menetralisir zat-zat berbahaya dari asap rokok. Zat itu bernama divine kretek yang ditemukan oleh ahli kimia radiasi Indonesia Dr Gretha Zahar.
Rokok yang sudah ditetesi zat divine kretek maka asapnya tidak berbahaya bahkan bisa menyembuhkan penyakit. Dr Gretha menemukan Scavenger yang menghasilkan devine kretek, scavenger dihasilkan dengan teknologi nano.

Menurut Fahmi Idris, penemuan itu, sebagaimana penemuan ilmiah,  memang masih perlu terus diuji untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dan meyakinkan. Walaupun begitu, temuan ini bisa menjadi momen untuk memberikan pemajaman kepada masyarakat kalau rokok tidak selamanya buruk.

“Bahwa rokok tidak sebagaimana yang dinyatakan selama ini adalah lonceng kematian bagi siapa saja yang menghisapnya. Buktinya, ada khasiat yang bisa diperoleh dari rokok,” ujarnya. Mantan menteri perindustrian ini juga yakin kalau temuan terbaru dari rokok itu bisa mengubah roadmap industri rokok di 2015 yang menyatakan rokok akan dibatasi atau paling tidak dimundurkan pemberlakuannya.

Fahmi juga mengingatkan bahwa  saat ini ada gerakan masif untuk meniadakan rokok kretek yang merupakan khas Indonesia seperti kasus diskriminasi rokok kretek oleh AS. Terkait gerakan itu, Fahmi meminta pemerintah harus terus membela kepentingan produk Indonesia agar tidak tersingkir oleh serbuan produk asing atau impor.

“Di sisi lain, masyarakat bangga produksi Indonesia ini, ingin mepertahankan produk-produk khas Indonesia. Gerakan kontra ini apalagi menghilangkan rokok kretek yang maksudnya menggantikan dengan produk lain, ini perperan yang besar di industri farmasi kalau ini dilakukan matilah petani tembakau dan cengkeh,” tegasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar